Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Tuesday, 19 March 2019

Metode Mengulang Hafalan Murajaah dan Perbaikan

Metode Murajaah

Hai sobat Kampus. Kali ini kita akan membahas terkait dengan cara mengulang hafalan Al-Qur'an agar tidak mudah hilang dan tentunya Mutqin. Bagi beberapa orang pasti sudah mengetahuinya, namun untuk yang baru-baru menghafal Al-Qur'an pasti butuh tips seperti ini. Baik langsung saja kita simak ulasan berikut :).

Bagaimana Cara Mengulang Hafalan Al-Qur'an?

metode ini penulis dapati dari seorang muhafidz Abdul Aziz, beliau menjelaskan bahwa ada beberapa agenda atau tuntutan ketika ingin memiliki hafalan Al-Qur'an yang kuat. Yaitu:

1. Murajaah

Kata murajaah pasti sudah tidak asing lagi di telinga penghafal Al-Qur'an. Namun apakah yang kawan-kawan fahami tentang murajaah sama dengan penulis, tentu tidak. Murajaah itu rutinitas atau wirid sehari-hari yang wajib kalian lakukan bagi semua penghafal Al-Qur'an. Bila dalam satu hari saja tidak murajaah, maka anda akan mengundur 1 hari pula hafalan-hafalan pada juz lain.

Cara murajaah gampang, boleh dilafalkan, dan boleh juga sambil baca. Murajaah fungsinya agar kita terbiasa dengan bacaan yang telah di hafal dan agar terbayang di dalam ingatan terkait dengan posisi-posisi ayat yang telah dihafal

Harusnya wajib bagi muslim mengaji 1 hari minimal ada lah yang di baca dalam Al-Qur'an, apalagi penghafal Al-Qur'an. Penulis memberikan gambaran, bila hafalan anda 30 juz maka minimal sekali anda harus mengulang (murajaah) sebanyak  3 Juz, bila hafalannya 20 juz maka minimal murajaah 2 Juz, bila hafalannya 10 juz maka minimal murajaah 1 juz, bila hafalannya 5 juz maka minimal murajaah 1/2 juz dan seterusnya, lebih banyak lebih bagus :).

2. Perbaikan

Nah pasti anda bingung dengan agenda mengulang hafalan pada Poin Perbaikan ini. Perbaikan digunakan untuk memperbaiki hafalan yang dirasa masih kurang lancar, masih terbata-bata, atau masih harus melihat mushaf ketika murajaah perlu Perbaikan ini. 

Namun untuk perbaikan haruslah benar-benar 100% lancar, ketika di stor ke ustadnya harus lancar agar makna perbaikan ini bermakna, eakkk.

Caranya tergantung berapa halaman dalam 1 hari, boleh 2 halaman boleh 5 halaman. Misal kita potong bagian juz Al-Qur'an 4 bagian. Pada hari pertama 5 halaman bagian awal per-hari diperbaiki dengan benar-benar lancar. Keesokannya pada hari kedua anda perbaiki 5 halaman kedua, ketika sudah benar-benar lancar, anda gabung antara 5 halaman pada hari pertama dan  5 halaman pada hari kedua. Keesokannya padah hari ketiga anda juga perbaiki 5 halaman ketiga, ketika sudah benar-benar lancar, anda gabung antara 5 halaman di hari pertama sampai hari ketiga. Begitupula selanjutnya sampai dapat perbaikan 1 Juz. Ketika sudah di hari ke 5. Berhetilah perbaikan, dan mulailah murajaah juz yang sudah anda perbaiki. 

InsyaAllah bila kita sungguh-sungguh pasti tips di atas dapat diterapkan dengan maksimal. Syukran.
Share:

Friday, 1 March 2019

Hukum Haram Mabuk-Mabukan

Mabuk-mabukan

Mabuk adalah perasaan pening atau kehilangan kesadaran disebabkan terlalu banyak minum minuman keras, makan gadung, makan kecubung, mengkonsumsi daun ganja, dan sebagainya. Mabuk-mabukan adalah perilaku sadar seseorang untuk meminum minuman beralkohol atau mengkonsumsi barang-barang yang memabukkan untuk mengurangi beban dan tekanan hidupnya dan atau sekedar untuk mencari kesenangan semata, sehingga ia dapat melakukan tindakan yang tidak terkontrol (fly), seperti bicara ngawur, memukul, menendang, hingga membunuh.

Pada zaman awalnya dikenalnya agama Islam, salah satu minuman yang diharamkan untuk diminum adalah khamar. Khamar yaitu sejenis minuman beralkohol yang dibuat dari perasan anggur yang diendapkan dalam beberapa waktu dalam suatu wadah khusus sehingga mengalami fermentasi dan perubahan rasa.


Berikut beberapa macam jenis khamar, antara lain.

1. Anggur

Dalam bahasa Inggris, anggur dikenal dengan nama wine. Anggur adalah minuman beralkohol yang berasal dari sari anggur jenis Vitis vinifera yang biasanya hanya tumbuh di area 30 hingga 50 derajat lintang utara dan lintang selatan. Minuman beralkohol yang dibuat dari sari buah lain yang kadar alkoholnya berkisar di antara 8% hingga 15% biasanya disebut sebagai wine buah (fruit wine).

Minuman anggur berasal dari hasil fermentasi gula yang terkandung di dalam buah anggur. Ada beberapa jenis minuman anggur yang terkenal saat ini, antara lain: red wine, white wine, rose wine, sparkling wine, sweet wine, dan fortified wine. Semua minuman tersebut bersifat memabukkan.


2. Vodka

Vodka merupakan jenis minuman yang mengandung alkohol berkadar tinggi, bening, tidak berwarna, yang biasanya disuling dari gandum yang difermentasi. Kecuali untuk sejumlah kecil zat perasa, vodka mengandung air dan alkohol (etanol). Vodka biasanya memiliki kadar alkohol sebesar 35-60% dari isinya. Vodka merupakan terbuat dari beberapa minuman populer, diantaranya Bloody Marry, Bullshot, dan Vodka Martini (Vodkatini).


Asal usul minuman vodka diyakini berasal dari Rusia. Hal ini ditandai karena berdirinya Museum Vodka di kota St. Petersburg, Rusia. Museum tersebut memajang berbagai benda yang berhubungan sejarah pembuatan vodka. Vodka juga sempat menjadi minuman mewah di Rusia sehingga diberlakukan pajak vodka sesuai kadar alkoholnya.


3. Bir

Secara harfiah, bir berarti segala minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan berpati dan tidak melalui proses penyulingan setelah fermentasi. Bir merupakan salah satu minuman tertua yang dibuat oleh manusia. Bir sudah ada sejak tahun 5000 SM dan tercatat di sejarah tertulis Mesir Kuno dan Mesopotamia. Secara umum, bir merupakan minuman beralkohol. Terdapat beberapa jenis minuman bir yang dapat membuang hampir seluruh kadar alkoholnya sehingga disebut bir tanpa alkohol.


Salah satu merek bir yang terkenal di Indonesia ini adalah bir bintang. Bir ini merupakan salah satu produk turunan perusahaan bir dunia Heineken. Para penggemar minuman bir sering mencampurkan minuman ini dengan bahan penambah energi lain sehingga menimbulkan efek kerusakan pada organ ginjal mereka.


4. Sempanye

Sampanye adalah minuman anggur putih bergelembung yang dihasilkan di kawasan Champagne di Perancis. Sampanye biasanya diminum pada acara-acara khusus seperti perayaan tahun baru. Sampanye sering digunakan pada perayaan kemenangan kejuaraan olahraga seperti pada  Formula 1.

Minuman sampanye menjadi simbol perayaan atau kemenangan seseorang pada sebuah kejuaraan.


5. Brendi

Brendi berasal dari bahasa Belanda, yaitu brandewijn. Brendi adalah istilah umum yang dipakai untuk minuman anggur hasil distilasi dan biasanya memiliki kadar etil alkohol antara 40-60%. Kadar alkohol brendi yang sangat tinggi ini sangat mempengaruhi tingkat kesuburan seorang pria untuk memperoleh keturunan.


6. Whisky

Minuman ini dalam bahasa Inggris disebut whisky. Menurut Wikipedia, wiski merujuk secara luas kepada kategori minuman beralkohol yang dibuat dari fermentasi serealia yang mengalami proses mashing (dihaluskan, dicampur air, dan dipanaskan) dan hasilnya melalui proses distilasi sebelum dimatangkan dengan cara disimpan di dalam tong kecil dari kayu.


7. Tuak

Tuak merupakan jenis minuman memabukkan yang merupakan hasil fermentasi dari bahan minuman atau buah yang mengandung gula. Tuak sering juga disebut arak, produk yang mengandung alkohol. Tuak banyak dihasilkan oleh masyarakat tradisional Indonesia dan tersebar hampir di seluruh wilayah kepulauan Nusantara.


Bahaya minuman keras dan mabuk-mabukan, antara lain :


1. Terjadinya perubahan perilaku seperti perkelahian dan tindak kekerasan lainnya
2. Terjadinya gejala fisiologik seperti bicara cadel, gangguan koordinasi, cara berjalan yang tidak mantap, mata jereng (nistakmus) dan muka merah.
3. gejala psikologik seperti perubahan alam perasaan, mudah marah dan tersinggung, banyak bicara (melantur), gangguan perhatian atau konsentrasi yang besar pengaruhnya terhadap terjadinya kecelakaan lalulintas.  

Dan mereka yang telah kecanduan alcohol lalu berhenti akan mengalami gejala putus alkohol, yakni terjadinya gemetaran (tremor) kasar pada tangan, lidah dan kelopak mata. Juga mual dan muntah, kelemahan, jantung berdebar-debar, tekanan darah meninggi dan keringatan berlebihan, kecemasan (gelisah, tidak tenang dan rasa ketakutan), perubahan alam perasaan (pemurung dan mudah tersinggung), depresi berat, pikiran kematian dan keinginan bunuh diri, tekanan darah menurun karena perubahan posisi tubuh (hipotensi otrostatik), dan halusinasi pendengaran (mendengar suara-suara ancaman padahal tidak ada sumber/stimulus suara itu).     


Cara menghindari perilaku mabuk-mabukan antara lain :


1. Jangan pernah terbujuk oleh rayuan teman yang mengajak untuk mencicipi minuman keras itu.
2. Ketika sedang mengadapi masalah, jangan pernah mendatangi tempat-tempat yang menjual minuman berakohol.
3. teman bergaul yang saleh dan tidak suka mengunjung ke tempat-tempat maksiat.
4. Ketika sedang belajar, sempatkan membaca lebih jauh tentang bahaya minuman keras bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.
5. Isilah waktu senggang dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat
6. Tambahkan ilmu agama dengan mengaji kepada ulama-ulama yang saleh.
7. Bacalah Al-Qur’an setiap hari


Share:

Sunday, 17 February 2019

Ini Dia Cara Allah Membagian Harta Manusia Dengan Perumpamaan


Lesehan Kampus - Hai sobat kampus, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana harta itu dibagi oleh Allah kepada setiap keluarga sobat sekalian. Baik tanpa memperpanjang mukaddimah kita bahas trus.

1. Harta (rezeki) Kita Itu Ibarat Air di Dalam Sumur

Jumlahnya tertentu
Air sumur itu jumlahnya ya seukuran sumur itu, nggak akan bisa lebih, sangat jarang ada sumur yang sampe tumpeh-tumpeh. Bila kepeduhan, pasti diserap oleh tanah airnya, sehingga tidak mungkin meluap.

Sama kayak jatah rizki untuk kita. Jumlahnya sudah ditakar sedemikian rupa dengan takaran tertentu (Allah yang tentukan).

Dia nggak akan melebihi kapasitas sumur (kita). Artinya kalau kita ngumpulin melewati kapasitas pun, harta itu pasti akan tumpah dan lari ntah kemana-mana, bisa jadi terpakai kebutuhan, bisa hilang di curi orang.

Ketika ditimba (diambil airnya), jumlah air akan kembali seperti semula
Coba deh timba air sumur. Misal awalnya permukaan air 2 meter dari atas. Terus kita timba sampe kira-kira sekarang permukaan air sekitar 3 meter dari atas. Kan air jadi berkurang tuh (air sumur jadi hilang setinggi 1 meter).

Kemudian coba biarkan saja beberapa waktu. Atau tunggu sampe besok. Insyaa Allah besok air sumur itu akan kembali ke ketinggian semula.

Nah harta kita juga begitu. Kita sedakahin banyak sekalipun, dia akan kembali lagi (dalam bentuk balasan dari Allah). Bahkan balasan dari Allah setidaknya akan 10x lipat dari yang kita sedekahkan.

Yang jelas semakin banyak yang kita keluarkan, maka semakin banyak akan bertambah kembali. Jadi, jangan takut kekurangan / habis harta untuk sedekah. Toh, jika tidak kita keluarkan untuk sedekah, dia akan habis dalam bentuk yang lain juga.

2. Harta (Rezeki) Kita Itu Ibarat Makanan dalam Tubuh

Katakanlah semua rizki untuk kita adalah semua makanan yang kita makan. Apakah semua makanan tersebut akan kita pertahankan mati-matian di dalam tubuh?

Tentu saja tidak.

Dari keseluruhan makanan yang kita konsumsi, ada bagian yang memang tidak diperlukan oleh tubuh, bahkan bersifat merusak dan harus segera dikeluarkan lewat kotoran, keringat, dll.

Rizki yang ada di kita juga begitu. Ada bagian dari rizki kita yang harus kita keluarkan melalui zakat, sedekah, hibah, hadiah, waqaf, qurban, dll

Orang yang nggak mengeluarkan hartanya selama bertahun-tahun ibarat orang yang tidak buang air kecil dan besar selama bertahun-tahun juga.

Sakit, bahkan Mati!!.

3. Harta (rezeki) Kita, Mau di Ambil dengan Cara Halal atau Cara Haram, Angkanya Akan Tetap Sama

Iya, Allah sudah mengatur jatah rizki untuk masing-masing kita. Namun Allah memberikan pilihan ke kita. Kita mau jemput rizki itu dengan cara yang halal, atau dengan cara yang haram.

Misal si A sudah Allah tetapkan jatah rizki-nya di tahun 2019 ini sebesar Rp 1 milyar.

Karna berbagai kondisi, dia memilih untuk mendapatkan rizki itu dengan cara haram, dia melakukan korupsi, angkanya Rp 1 milyar.

Dalam pemahaman dia, dia mendapatkan Rp 1 milyar itu dengan cara korupsi, kalau tidak korupsi, tidak akan dapat.

SALAH!

Rp 1 milyar itu memang jatah dia. Sayangnya dia memilih cara jemput yang haram.

Andai dia bersabar sebentar, in syaa Allah akan Allah tunjukkan cara yang halal, krn jatah itu akan tetap jatuh ke tangan dia.

Intinya, mau kita pake cara yang halal atau haram, rizki kita segitu-gitu juga, nggak akan nambah, dan nggak akan berkurang.

Dengan jalan halal, kita akan mulia. Dengan jalan haram, kitanya hina, hartanya juga. Padahal besar angka yang kita dapat dengan cara halal / haram, sama saja.

Lalu, kenapa harus memilih cara-cara haram kan?

Nah dari penjelasan di atas menunjukkan betapa bagusnya bila harta kita infakkan. Selain jumlahnya tidak berkurang, malah di lipat gandakan dan mendapatkan fahala.

Penulis : Tgk Arrazi Ibrahim, dengan ilmu, pemahaman, ide, bantuan, dan koreksi dari Tgk Salamuddin Abubakar Yusuf

Halaqah Ilmu Agama
Share:

Sunday, 10 February 2019

Tips Memperindah Bacaan Al-Qur'an dengan Mempelajari Sifat Huruf


Lesehan Kampun – Sifat huruf artinya sesuatu yang tidak pernah lepas dari huruf. Sifat akan selalu melekat pada huruf dalam kondisi berharakat baik fathah, kasrah, dhammah, maupun sukun.

Sifat huruf ialah ciri-ciri dari suatu huruf, apabila kita mengucapkan huruf di dalam Al-Qur’an tidak sesuai dengan sifat pada huruf tersebut. Maka kita akan mengucapkan huruf tapi bukan huruf itu yang kita baca. Sebagai contoh, ketika anda berjumpa dengan teman, kemudia anda menyebutkan ciri-cirinya satu persatu kepada abang anda, tiba-tiba abang anda membantah, si fulan kulitnya bukan hitam. Begitu juga dengan huruf di dalam Al-Qur’an, ketika salah membacakan sifatnya maka salah pula pengucapan hurufnya.

Urgensi Mempelajari Sifat Huruf

Mengkaji sifat huruf sangat penting. Jika kita mengucapkan satu huruf, dan ada kesalahan pada satu sifat saja dari semua sifat huruf itu, maka dianggap huruf itu belum dibaca. Contoh pada awal diatas menggambarkan sifat huruf dengan sifat manusia, jika salah menyebutkan sifat dari satu sifat orang tersebut, maka bukan itu orangnya, tapi orang lain. Jika satu sifat huruf saja salah kit abaca, maka bukan huruf itu yang kit abaca, tapi huruf lain. Sehingga huruf itu belum dibaca.

Sebagai contoh saat mengucapkan huruf  ظَ, ketika kita salah membaca sifat tebal huruf tersebut menjadi tipis, maka akan berubah menjadi ذَ. Contoh lain pada huruf صَ tidak di baca tebal, maka akan berubah menjadi huruf سَ. Selanjutnya ketika kita membaca kata نَضِجَت akan tetapi huruf ن terbaca tebal maka akan menjadi no, sehingga kita mengucapkan kullama dodijat, padahal no tidak ada dalam bahasa arab. Banyak contoh lain ketika kita membaca Al-Qur’an tidak menggunakan kaidah sifat huruf, maka huruf akan berubah menjadi huruf yang lain, bahkan kita tidak mengetahui huruf tersebut merupakan huruf hijaiyah atau tidak.

Bentuk-Bentuk Sifat Huruf

Sifat huruf ada 17. 17 sifat ini terbagi menjadi dua, yaitu sifat yang ada lawan dan yang tidak ada lawan. Sifat yang ada lawan berjumlah 5 sifat, lawannya 5 sifat, sehingga jumlahnya 10 sifat. Sementara sifat yang tidak ada lawan ada 7 sifat. Dari 17 sifat ini, setiap satu huruf hijaiyah dalam Al-Qur’an setidaknya paling sedikit memiliki 5 sampai 7 sifat

Sifat yang memiliki lawan
1. Jahrun (جهر)             >< hamsun (همس)
2. Syiddah (٥شدّ) >< Rakhawa (رخاوة)
3. Isti’la (إستعلاة) >< Istifal (إستفال)
4. Ithbaq (إطباق) >< Infitah (إنفتاح)
5. Ishmat (إصمات) >< Izlaq (إذلاق)

Sifat yang tidak memiliki lawan
1. Shafir (صفير)
2. Qalqalah (قلقلة)
3. Lin (لين)
4. inhiraf (إنحراف)
5. Takrir (تكرير)
6. Tafasysyi (تفشّي)
7. Istithalah (إستطاله)

A. Sifat Huruf yang Memiliki Lawan

Sifat yang berlawan pada huruf Al-Qur’an memiliki 10 sifat, yaitu

1. Hamsun x Jahrun

- Definisi Hamsun: “Suara berdesis dan pita suara tidak bergetar”.
Huruf-huruf hamsun: ف ح ث ه ش خ ص س ك ت atau (فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتْ)
- Definisi Jahrun: “Suara tidak berdesis dan pita suara bergetar”.
Huruf-huruf Jahrun: seluruh huruf hijaiyah selain huruf-huruf hamsun.

2. Syiddah >< Rakhawah

- Definisi Syiddah: “ Makhraj huruf menempel kuat sehingga suara berhenti dengan sendirinya tanpa dikendalikan". Makraj huruf menempel kuat disebut dengan mu’thayat syiddah (proses syiddah). Suara berhenti dengan sendirinya disebut dengan natijah syiddah (hasil syiddah). Jadi sifat syiddah memiliki mu’thayat syiddah dan natijah syiddah.

Huruf Syiddah: أ ج د ق ط ب ك ت. Atau (أَجِدْ قَطٍ بَكَتْ). Kalimat ini ada yang mengartikan, "Saya menemukan kucing menangis". ada juga yang mengartikan, "Saya menemukan Qathin Menangis".

- Definisi Rakhawa: "Makhraj huruf tidak menempel kuat sehingga suara berjalan. Jika berhenti, maka itu karena dikendalikan. "Makhraj huruf tidak menempel kuat disebut dengan mu'thayat rakhawah (proses rakhawah). Suara berjalan disebut dengan natijah rakhawah (hasil rakhawah). Jadi sifat rakhawah memiliki mu'thayat rakhawah dan natijah rakhawah. 

Huruf-huruf rakhawah: seluruh huruf hijaiyah selain huruf-huruf syiddah dan bainiyyah.

- Definisi Bainiyyah: "sifat antara syiddah dan rakhawah". Huruf-huruf Bainiyyah ada lima.
Huruf-huruf Bainiyyah: ل ن ع م ر, atau (لِنْ عُمَرْ). Artinya, "Lembutlah wahai Umar". Sebenarnya, pada syiddah dan rakhawah ada mu'thayat (proses) dan natijah (hasil). Pada syiddah, mu'thayat dan natijahnya syiddah. Begitu juga pada rakhawah, mu'thayat dan natijahnya rakhawah. Kita detailkan menjadi:

Syiddah:
Mu'thayat Syiddah        : makhraj huruf menempel kuat.
Natijah Syiddah            : suara berhenti.

Rakhawah:
Mu'thayat Rakhawah    : makhraj huruf tidak menempel kuat.
Natijah Rakhawah        : suara berjalan.

Bainiyyah terjadi karena perbedaan antara mu'thayat dan natijah, atau karena mu'thayat syiddah dan rakhawah bersatu, atau karena natijah syiddah dan rakhawah bersatu. Pada (ل) , (م), (ن) , mu'tjayatnya syiddah, tapi natijahnya rakhawah. Bedanya (ن) dan (م) suara keluar dari hidung, sementara (ل) suara keluar dari mulut. Karena mu'thayat syiddah tapi natijah rakhawah, maka (ل) , (م), (ن)  bukan syiddah dan bukan rakhawah, akan tetapi bainiyyah.

Sementara huruf (ع) menggabungkan dua natijah. Pertama suaranya berjalan (natijah rakhawah), kemudian suaranya berhenti (natijah syiddah). Sehingga (ع) bukan syiddah dan bukan rakhawah, tapi bainiyyah.

Kemudian, huruf (ر) menggabungkan dua mu'thayat. Karena ketika mengucapkan (ر) lidah menempel kuat, kemudian terlepas. Menempel kuat lagi, dan terlepas lagi. Ketika lidah menempel kuat disebut mu'thayat syiddah dan ketika lidah terlepas disebut mu'thayat rakhawah.

3. Isti'la >< Istifal

- Definisi Isti'la : Terangkatnya pangkal lidah
Huruf-huruf isti'la: خ ص ض غ ط ق ظ. atau (خٌصَّ ضَغْطٍ قِظْ), artinya, "maka di tempat yang kecil tinggallah.

- Definisi Istifal: Tidak terangkatnya pangkal lidah
Huruf-huruf istifal: seluruh huruf selain huruf -huruf isti'la.

4. Ithbaq >< Infitah

- Definisi Ithbaq: Terangkatnya pangkal dan tengah lidah.
Huruf-huruf Itbaq: ص ض ط ظ.

- Definisi Infitah: Tidak terangkatnya pangkal dan tengah lidah.
Huruf-huruf Infitah: Seluruh huruf hijaiyah selain huruf-huruf ithbaq.

5. Izlaq >< Ishmat

- Definisi Izlaq: Huruf-huruf yang mudah diucapkan.
Huruf-hurufnya: فِرَّ مِنْ لُبْ) .ف ر م ن ل ب). keenam huruf ini mudah diucapkan oleh orang Arab, sehingga mayoritas kosa kata dala bahasa Arab memiliki salah satu dari keenam huruf ini.

- Definisi Ishmat: Huruf-huruf yang sulit diucapkan.
Huruf-huruf Ishmat: seluruh huruf hijaiyah kecuali huruf-huruf Izlaq.

B. Sifat Huruf yang Tidak Memiliki Lawan

1. Shafir

- Definisi Shafir: Secara bahasa artinya suara yang mirip dengan suara hewan bersayap. Secara istilah, Shafir adalah, suara tambahan yang keluar di antara ujung lidah dan gigi seri.
Huruf-huruf Shafir: ص ز س.

2. Qalqalah

- Definisi Qalqalah: Secara bahasa artinya ledakan. Secara istilah Qalqalah adalah pantualan suara. 
Huruf-huruf Qalqalah : ق ط ب ج د. atau: (قُطُبُ جَدٍ). Quthb artinya yang paling tinggi. Jadin artinya kesungguhan. Makna kalimat ini adalah sebuah ketinggian haruslah dicapai dengan usaha yang sungguh-sungguh.

3. Lin

- Definisi Lin: Secara bahasa artinya lembut. Secara istilah, Lin artinya mengeluarkan huruf dengan mudah. 
Huruf-huruf Lin: adalah waw sukun dan ya sukun yang sebelumnya fathah: (أَوْ) dan (أَيْ).

4. Inhiraf

- Definisi Inhiraf: Secara bahasa artinya melenceng, membelok, miring, condong dan kesalahan. Secara istilah, ulama berbeda pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa inhiraf artinya "huruf yang salah di ucapkan tanpa sengaja".
Huruf-huruf Inhiraf: ر ل.

Contoh kesalahan pada huruf (ل), pada kata waqulna (وَقُلْنَا) sering dibaca waqunna (وَقُنْنَا). Huruf (ر) sering dibaca menjadi huruf lain, seperti (بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَانِ) tanpa sengaja dibaca (بِسْمِ اللهِ وْرَ حْمَانِ).

Pendapat kedua mengatakan bahwa inhiraf secara bahasa artinya, "melencengnya, atau membeloknya suara ketika mengucapkan huruf (ر) dan ( ل)". Karena ketika mengucapkan huruf ini, ujung lidah naik ke atas, sehingga suara keluar yang melaju lurus menjadi membelok karena ditahan oleh lidah yang tegak ke atas.

5. Takrir

- Definisi Takrir: Secara bahasa artinya berulang. Secara istilah takrir adalah, "Berulangnya ujung lidah ketika mengucapkan huruf".
Huruf Takrir: adalah (ر).

6. Tafasysyi

- Definisi: Secara bahasa artinya menyebar. Secara istilah adalah, Menyebarnya angin ketika sedang mengucapkan suatu huruf". 
Huruf Tafasyisyi: (ش).

7. Istithalah

- Definisi: Istithalah secara bahasa artinya memanjang. Secara istilah, istithalah artinya, "Huruf Hijaiyah yang makhrajnya panjang".
Huruf Istithalah (ض)
Share:

Monday, 10 December 2018

17 Makharijul Huruf : Ilmu Tajwid


lesehankampus.com - Hai sobat kampus, InsyaAllah kita akan membahas makharijul huruf. Mari simak ulasan ini ya.

Makharijul Huruf bisa diartikan sebagai tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah. Bila dilihat dari segi bahasa Arab, makharij itu asal kata dari kharaja yang artinya keluar dan hurf itu huruf. Pada gambar 1 kita tandai titik sebagai letak makhrajnya.


Pembagian Makharijul Huruf

Gambar 1: Pembagian Makharijul Huruf

Makharijul Huruf  ada 17. Seperti yang di sampaikan oleh Imam Ibnu Jazary dalam matan Jazary: 

مَخَـارِجُ الحُـرُوفِ سَبْـعَـةَ عَـشَـرْ
Artinya:
"Tempat keluarnya huruf ada 17"

Kemudian pada 17 Makharijul Huruf tersebut dapat dikelompokkan menjadi 5 Makharaj Khusus. Yaitu:

a. Al-Jauf (rongga mulut)

Rongga mulut terdapat 1 Makharijul huruf. Yang dimaksud dengan rongga mulut ialah seluruh ruangan kosong pada mulut mulai dari bibir bagian dalam sampai pita suara (pangkal tenggorokan). Huruf-hurufnya ialah : 
ا و ي
Ketiga huruf tersebut merupakan huruf mad dan merupakan huruf dasar (bukan huruf Hijaiyah) ketika pengucapan mad (panjang). Contoh ketika membaca "نو" nu, mulut kita mengucapkan uuu dan itu merupakan suara dasar dari و. Perhatikan Gambar 2:
Gambar 2: alif, waw, ya. merupakan huruf mad ketika diucapkan.

                  Hukum Mempelajari Tajwid

b. Al-Halq (tenggorokan)

Yang dimaksud dengan tenggorokan ialah seluruh jalur pernafasan dari aqaa halq (pangkal tenggorokan) sampai adna halq (ujung tenggorokan).

Tenggorokan terdapat  3 Makharijul huruf, yaitu pada aqsal halq (tenggorokan jauh), wasatal halq (tengah tenggorokan), dan adnal halq (tenggorokan dekat). Bisa dilihat posisinya pada gambar 3 berikut.



Gambar 3 : tenggorokan dibagi tiga, Aqsal Halq (pangkal lidah), 
Wasatal Halq (tengah Lidah), dan Adnal Halq (ujung Lidah)

Kita jabarkan makhraj di bagian tenggorokan ya.


1. aqsal halq (tenggorokan jauh)

Mengapa digunakan kata Aqsa, karena tenggorokannya jauh dari bibir mulut, seperti bahasa Masjidil Aqsha (mesjid yang jauh). Lihat gambar 3 diatas
Hurufnya: ا ه

2. wasatal halq (tengah tenggorokan)

Tengah tenggorokan merupakan letak keluar huruf yang sangat sulit di ucap oleh orang Indonesia karena kita tidak memiliki huruf yang keluar dari tengah tenggorokan. Untuk letaknya lihat gambar 2
Hurufnya: ع ح

3. Adnal halq (tenggorokan terdekat)

Tenggorokan dekat maksudnya tenggorokan yang terdekat dari bibir mulut. Lihat gambar 2
Hurufnya: غ خ


c. Al-Lisan (lidah)

yang dimaksud lidah ialah seluruh bagian lidah mulai dari lidah terdekat dari bibir sampai lidah terjauh. 

Makharij pada lidah terbagi menjadi 10 bagian yaitu:

1.  Lidah terjauh (Pangkal lidah) terkena dengan plat langit-langit atas bagian belakang, hurufnya (ق)


2.  Lidah terjauh (pangkal lidah) terkena dengan langit-langit atas bagian tengah, hurufnya (ك)


3.  Tengah lidah terkena langit-langit atas bagian tengah, hurufnya (ج ي ش)


4.  Tepi dua sisi lidah (boleh satu tepi boleh dua tepi lidah) terkena gigi geraham, hurufnya (ض)


5.  Lidah terdekat (Paling ujung lidah) terkena gusi, hurufnya (ل)


6.  Ujung lidah terkena gusi dibawah makhraj ل, hurufnya (ن)


7.  Ujung lidah terkena gusi, hurufnya (ر)


8.  Antara ujung lidah terkena gusi agak jauh dari gusi, hurufnya (ط د ت)


9.  Ujung lidah di antara dua gigi seri bagian atas dan bawah, hurufnya (س ز ص)


10. Antara ujung lidah terkena dua ujung gigi bagian atas, hurufnya (ث ذ ظ)

Untuk lebih lanjut lihat Gambar 4:


Gambar 3: Pada bagian lidah terdapat 10 titik Makharijul Huruf

                  Hukum Mempelajari Tajwid

d. Al-Syafatan (bibir)

Pada bagian bibir terdapat 2 Makhraj, yaitu :

1. Ujung dua gigi seri bagian atas terkena perut bibir bagian bawah, hurufnya (ف)

2. Kedua bibir menyatu, hurufnya (و ب م)

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 3:

Gambar 3: Makhraj bibir terbagi dua yaitu pada bagian perut bibir basah bagian bawah
dan antara kedua bibir.
                  Hukum Mempelajari Tajwid

Bagian huruf ف, perut bibirnya harus pada bagian basah di dalam, agar angin nya dapat keluar.

e. Al-Khaisyum (rongga hidung)

Rongga hidung merupakan rongga tempat keluarnya Ghunnah. Hal ini disebabkan karena ketika mempraktikkan nun dan mim, posisi mulut tertutup dan cuma rongga hidung yang menyediakan jalan agar udara dapat keluar dari pernafasan. ketika membaca hukum bacaan idgham bi gunnah. Udara keluar 100% dari hidurng dan mulut 100% tertutup. 

Makhraj rongga hidung merupakan makhraj ghunnah. Jadi makhrajnya meliputi : Ghunnah (termasuk nun tasydid, idgam bi ghunnah, ikhfa, izdhar), nun dan mim sukun, dan nun dan mim berharakat.
lihat gambar 4
Gambar 4: semua yang berhubungan dengan ghunnah keluarnya lewat rongga hidung.
Demikian yang dapat disaji dalam tulisan kali ini. semoga bermanfaat sobat kampus dapat terus belajar Al-Qur'an dan memperbaiki bacaan.

Sumber: 
Yasin Jumaidi. Panduan Tahsin Tilawah Al-Qur'an. Modul. Darul Hijrah. Aceh Besar

Matan Jazary

Syekh Said Harun Ad-Dahaab. Kitab Haruniyyah. Mesir


Share:

Thursday, 29 November 2018

Mengapa Kita Wajib Mempelajari Tajwid (Bab Hukum mempelajari Tajwid)


Hai sobat kampus.....
InsyaAllah kita akan melanjutkan pembahasan mengenai Tajwid yaitu hukum mempelajari tajwid sehingga sobat sekalian dapat memahami apa yang akan dipelajari. Baiklah mari simak uraian ini.

Hukum mempelajari ilmu tajwid terbagi dua. Pertama tajwid praktek hukumnya fardhu'ain. Kedua mempelajari tajwid teori hukumnya fardhu kifayah.

Pertama, tajwid praktek ialah ketika kita membaca Al-Qur'an dengan benar misal mengucapkan huruf "Ba" secara praktek benar, baik dengan mengetahui teori tajwid maupun tidak.

Kedua, tajwid teori ialah ketika kita membaca Al-Qur'an dengan benar kemudian diikuti dengan membaca huruf "Ba" secara praktek dan didasari oleh teori tajwid. Sebagai contoh ketika kita ditanyai dengan pertanyaan, sebutkan enam sifat huruf "Ba" maka kita mampu mengucapkan sifat huruf "Ba" yaitu Jahr, Syiddah, Istifal, Infitah, Izlaq, dan Qalqalah.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kita jumpai orang yang membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, akan tetapi ketika ditanya teori-teori tajwid pada ayat yang dibaca malah ia tidak tau, orang yang seperti ini ia telah melaksanakan fardhu'ainnya. Sebaliknya, jika seorang salah membaca Al-Qur'an, maka ia telah melalaikan fardhu'ain yang wajib ia kerjakan, dan ia berdosa.

1. Hukum Tajwid Praktek

Membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar hukumnya ialah fardhu'ain dari hasi kesepakatan oleh para ulama. Wajib bagi seluruh muslim bisa membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Jika salah membaca Al-Qur'an, maka ia berdosa. Hal ini diperoleh dari empat sumber, yaitu:

Pertama, bisa membaca Al-Qur'an ialah bukti iman seseorang ada atau tidak. Allah Swt. berfirman yang artinya, "yaitu orang-orang yang Allah berikan Al-Qur'an, mereka mentilawahnya dengan sebenar-benar tilawah, merekalah yang beriman kepada Al-Qur'an. Dan barang siapa yang kufur terhadap Al-Qur'an merekalah orang-orang yang merugi". (QS. Al-Baqarah: 121).

Jadi, bisa membaca Al-Qur'an adalah salah satu indikasi iman seseorang kepada Al-Qur'an. Sebaliknya, jika belum bisa membaca Al-Qur'an adalah masalah besar, yaitu masalah iman dan ini merupakan masalah besar bagi seseorang muslim ketika ia belum bisa membaca Al-Qur'an. Hal ini dapat diberi kesimpulan bahwa bisa membaca Al-Qur'an bukan tugas imam mesjid, ustaz-ustazah TPA, guru ngaji, santri-santri dayah atau lainnya. Tapi atas nama muslim, beriman, maka ia wajib bisa membaca Al-Qur'an apapun pekerjaannya.

Kedua, pada teks kitab ulama yang menyatakan wajib, yaitu dalam kitab Matan Muqaddimah Jazariyah yang dikarang oleh Imam Muhammad Ibnul Jazary Asy-Syafi'i, atau sering disebut sebagai Imam Ibnul Jazariy. Mungkin orang Aceh belum banyak yang kenal beliau. Tapi orang Aceh pasti kenal dengan Imam Al-Mahalli, pengarang kitab Fiqih Al-Mahalli dan salah satu dari dua pengarang kitab Tafsir Jalalain. Maka Imam Ibnul Jazariy adalah gurunya Imam Al-Mahalli dalam bidang Al-Qur'an.

Dalam kitab Matan Muqaddimah Jazariyah, Imam Ibnul Jazariy berkata:
وَالأَخْذُ بِالتَّجْوِيدِ حَتْمٌ لازِمُ
۞
مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ الْقُرَآنَ آثِمُ
لِأَ نَّـــهُ بِـــهِ الإِلَـــــهُ  أَنْـــــــــــــــــــــــزَلاَ
۞
وَهَكَذَا مِنْهُ إِلَيْنَا وَصَلاَ
وَهُـــــوَ أَيْـــضًـــا حِــلْيَــــــةُ التِّلاَوَةِ
۞
وَزِيْـــــنَـــــةُ الأَدَاءِ وَالْـــقِـــــرَاءَةِ
Artinya:

  • Mempelajari Ilmu Tajwid hukumnya adalah wajib, Barang siapa yang tidak membaca Al-Qur'an dengan tajwid maka ia berdosa
  • Karena seperti itu Al-Qur'an Allah turunkan, dan demikianlah darinya sampai kepada kita
  • Dan Ilmu Tajwid juga adalah memperindah tilawah, dan perhiasan dalam membaca 
  • Ilmu Tajiwd adalah memberikan setiap huruf haknya, baik sifat maupun makhrajnya.

Allah menurunkan Al-Qur'an satu paket dengan tajwid. Allah turunkan Al-Qur'an dengan panjang-pendeknya, jika salah panjang-pendeknya, Al-Qur'an bukan seperti itu. Allah menurunkan Al-Qur'an beserta dengung, jika salah dibaca dengungnya, maka Al-Qur'an bukan seperti itu. Salah sedikit saja ketika dibaca, Al-Qur'an tidak seperti itu.

Ketiga, ketika salah baca Al-Qur'an maknanya bisa berubah derastis. Misal salah panjang-pendek satu harakat saja maka maknanya berbeda jauh sekali. Contoh, Allah Swt. berfirman وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ Artinya, "ketika Nabi Musa berkata". ketika kita ucapkan "qoola", maka artinya berkata. Ketika dibaca "qolaa" maka artinya menggoreng. Pasti ketika kita salah membaca Al-Qur'an, arti yang terdapat pada Al-Qur'an akan berubah.


Keempat, salah baca Al-Qur'an tidak salah makna tetap tidak boleh. seperti yang ditakhrij oleh Imam As-Suyuthi, Sa'ad bin Manshur, dan Ath-Thabrani dan di sahih kan oleh Imam Ibnul Jazariy, dari Ibnu Mas'ud: 

"Pada suatu hari, Abdullah Ibnu Mas'ud mendengar bacaan Qur'an seseorang. Orang tersebut membaca  إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ dengan memendekkan bacaan "Ra". Padahal "Ra" itu mad wajib muttasil yang panjang 4 atau 5 harakat. Dibaca panjang atau pendek, maknanya tidak berubah, yaitu fuqara artinya orang-orang fakir. Tapi walau makna tidak berubah, Abdullah Ibnu Mas'ud berkata, "Rasulullah Saw. tidak baca Al-Qur'an kepadaku seperti ini". Yang salah baca bertanya, "Bagaimana juga Rasulullah Saw. membacakannya kepadamu"? Ibnu Mas'ud membaca ayat tersebut dengan memanjangkan "Ra". Ini menunjukkan bahwa wajib membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar.

Jika salah baca Al-Qur'an berdosa, bagaimana orang yang belum bisa membaca Al-Qur'an? Rasulullah Saw menjelaskan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمَاهِرُ بِالْقُرآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ  وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ .رواه البخاري ومسلم

Dari Aisyah R.A berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Orang yang mahir Al-Qur'an akan bersama para Rasul/malaikat yang mulia dan taat. Sementara orang yang membaca Al-Qur'an masih terbata-bata, dan dia lelah membacanya, maka baginya dua pahala (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menerangkan orang yang salah membaca Al-Qur'an akan mendapatkan dua pahala ialah jika orang tersebut masih mau membaca Al-Qur'an dan masih mau berlelah-lelah mempelajari Al-Qur'an

2. Hukum Tajwid Teori

Hukum mempelajari tajwid teori terbagi menjadi dua. Pertama, bagi masyarakat awam hukumnya adalah sunnah. Kedua bagi pengajar Al-Qur'an hukumnya adalah wajib fardhu'ain, sehingga mereka menjadi tauladan bagi masyarakat awam dalam mentilawah Al-Qur'an dengan sebenar-benar tilawah. Dan wajib setiap wilayah/mukim ada sekelompok yang mempelajari tajwid secara mendalam dan mengajarkannya. Jika tidak, maka semua wilayah dosa semua.

....فَلَوۡ لَا نَفَرَ مِنۡ کُلِّ فِرۡقَۃٍ مِّنۡہُمۡ طَآئِفَۃٌ لِّیَتَفَقَّہُوۡا فِی الدِّیۡنِ....

Artinya: "...Hendaklah ada sekelompok orang dari mereka yang mendalami agama..." (QS. At-Taubah:122).

Mendalami ilmu tajwin merupakan dari bagian Tafaqquh fiddin. Jika telah dilakukan oleh sebagian khusus dari mereka, terlepaslah kewajiban bagi orang lain.

Demikian pemaparan tentang tajwid. Semoga bermanfaat


Sumber:
Yasin Jumaidi. Panduan Tahsin Tilawah Al-Qur'an. Modul. Darul Hijrah. Aceh Besar

Share:

Saturday, 24 November 2018

Pentingnya Memahami Tajwid dan Makna Tilawah Al-Qur'an


Hai sobat Kampus, kali ini saya akan membahas terkait dengan Al-Qur'an fokusnya terkait dengan Tajwid. Yuk simak pemaparannya.

Makna Tilawah

Mahasiswa seharusnya sudah menjadi patron penggerak dalam segala hal, salah satunya di bidang Al-Qur'an ini. Melihat disekeliling saya masih banyak terdapat mahasiswa yang tidak bisa mengaji dengan baik, penulis mencoba membuat tulisan yang akan berfokus pada tajwid sehingga para mahasiswa dan khalayak umum lebih semangat dalam mempelajar Al-Qur'an. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Imam Ibnu Katsir menyebutkan beberapa pendapat ulama tentang makna tilawah dalam ayat ini sebagai berikut. 
Pertama, Ibnu Mas'ud menyebutka, "Sesungguhnya haqqa tilawatih adalah membaca sebagaimana Allah turunkan, tidak menggubahnya sedikitpun dan menghalalkan apa yang Al-Qur'an halalkan, dan mengharamkan apa yang Al-Qur'an haramkan". 
Kedua, Umar bin Khattab mengatakan, " Orang yang mentilawah Al-Qur'an dengan sebenar-benarnya tilawah adalah orang yang membaca ayat rahmat, ia memintanya pada Allah, dan jika ia membaca ayat azab, ia berlindung kepada Allah darinya. 
Ketiga, Hasan Al-Basri berkata, "Tilawah adalah menerapkan hukum Al-Qur'an."
Keempat, ibnu Abbas menafsirkan tilawah ini sesuai dengan surat Asy-Syams ayat 2, yang maknanya, "Dan ketika bulan mentilawah matahari." Arti tilawah adalah mengikuti.

Dari beberapa penafsiran oleh ulama terkait ayat diatas, maka disimpulkan arti tilawah memiliki dua makna yang tak terpisahkan.

Pertama, membacanya dengan sebenar-benar bacaan seperti Allah turunkan dan tidak mengubahnya sedikitpun.
Kedua, mengikuti isi kandungannya dengan menghayati maknanya.

1. Sisi Pertama Makna Tilawah

Seperti yang terdapat dalam Al-Qur'an terkait Haqqa Tilawatih, bahwa tilawah adalah bisa membaca Al-Qur'an dengan sebenar-benarnya bacaan. Karena bila kita sedikit saja salah membaca Al-Qur'an maka akan mengubah makna yang sangat jauh. Misalnya, salah huruf. Ada yang membaca, "Lailatul Qoderi hairummin alfi syahr". Seharusnya dibaca Khairun, artinya lebih baik. Kalau dibaca hairun, artinya heran, sesat, dan lainnya. Sehingga berubah maknanya menjadi, "Malam lailatul Qadar adalah malam yang heran, sesat dari seribu bulan". ini karena huruf Kha bertukar dengan huruf ha.

Kemudian ada yang salah panjang pendek. Misalnya, kata 'Wa iz qoola Muusa' yang Artinya, ketika Nabi Musa berkata. qooo dipanjangkan dan la dipendekan. Tapi ketika dibaca qo nya pendek dan la nya panjang, maka berubahlah artinya menjadi menggoreng. Sehingga jika dibaca  "Wa iz qolaa  Muusa" dengan qo yang pendek maka akan beruba menjadi, "ketika Nabi Musa menggoreng".

"Bismillah" artinya dengan nama Allah. Itu jika huruf sin dibaca benar. Tapi jika belum benar mengucapkan huruf "S" terbaca "tsa" maka berubah menjadi, "bitsmillah" artinya "dengan dosa Allah". Ismun artinya nama sedangkan itsmun artinya dosa. Banyak contoh lain yang tidak mungkin semua disebutkan yang intinya orang yang benar-benar beriman tentunya membaca Al-Qur'an dengan sebenar-benar bacaan.

2. Sisi Kedua Makna Tilawah

Sisi kedua dari tilawah ialah mengikuti isi kandungan yang dibaca dengan sebenar-benarnya ikutan. Orang yang beriman secara sungguh-sunggu kepada Al-Qur'an tidak hanya sekedar membaca Al-Qur'an, tapi ia mengikuti, mengamalkan isi kandungan setiap ayat yang ia baca. Tentunya dengan memahami makna yang dibaca.

Sebenarnya kekuatan Al-Qur'an itu ada pada makna terkandung. Dalam surah Al-Jin Allah mengisahkan bahwa suatu hari ada sekelompok Jin yang mendengar bacaan Al-Qur'an Nabi Muhammad, kemudian mereka mengatakan, "Sunggu kami sangat takjub mendengar Al-Qur'an". Pertanyaannya mengapa mereka takjub? apakah karena merdunya suara Nabi? bukan hanya karena itu, akan tetapi Jin berkata, "Karena Al-Qur'an menunjuki kepada kebenaran, sehingga kami tidak akan syirik lagi kepada Tujan kami". (QS.Al-Jin:1-2). Jadi isi kandungan Al-Qur'an  itu yang membuat jin-jin sangat takjub sehingga jin tersebut beriman.

Untuk memahami Al-Qur'an ada dua cara secara, yaitu: Pertama, Umar bin Khattab mengatakan, "Belajarlah bahasa arab, karena bahasa Arab itu adalah bagian dari agama kalian". kedua, Baca terjemahannya jika belum menguasai bahasa Arab, tafsirnya, atau mendengar penjelasan dari para ulama tentang ayat-ayat yang dibaca.

Semoga dengan tulisan ini kita semua dapat terus semangat memperbaiki bacaan dengan mempelajari Al-Qur'an serta mentadabburi kandungannya.

Sumber:
Yasin Jumaidi. Panduan Tahsin Tilawah Al-Qur'an. Modul. Darul Hijrah. Aceh Besar
Share:

Wednesday, 21 November 2018

Pemimpin Terbaik dari Keturunan Gadis Penjual susu (menantu Umar bin Khattab RA)


Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya kita ingin ada pemimpin yang pro-aktif menegakkan syariat Islam. Pemimpin yang berada pada baris terdepan dalam menegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar. Pemimpin yang peduli pada pendidikan Islami dalam segala sisi kehidupan, sehingga masyarakat Aceh dicelupkan dalam sebuah wilayah Islami dengan kota-kota yang Madani.

Wahai para pemuda, ternyata pemimpin idaman pencinta syariat itu bisa dipersiapkan oleh generasi muda. Generasi muda yang jujur dan hatinya selalu dekat dengan Allah Swt. Seperti seorang gadis penjual susu di masa Umar bin Khattab. Ia miskin. Namanya pun tidak terkenal. Tapi karena kejujurannya, Umar bin Khattab memilihnya menjadi menantu, dan dari keturunannya lahirlah sosok pemimpin agung bernama Umar bin Abdul Aziz.

Ceritanya tentu kita sudah pernah mendengarnya. Tapi izinkanlah saya untuk mengulanginya, sebagai wujud harapan lahirnya pemimpin idaman di masa depan. Cerita ini bermula dari rasa tanggungjawab Umar bin Khattab dalam memimpin. Ia tidak bisa tidur di malam hari karena memikirkan masyarakatnya, sehingga setiap malam ia berjalan ke pelosok-pelosok kota dan desa untuk melihat kondisi masyarakatnya. Ia tidak tidur dan tidak diam. Siapa tahu ada yang membutuhkan kehadirannya.

Suatu malam, di kalam Umar letih berjalan, ia menyandarkan tubuhnya ke sebuah gubuk kumuh. Dan ketika itulah ia mendengar percakapan seorang ibu dan anak gadisnya. Ibu itu berkata, "Anakku, segeralah campur susu itu dengan air. "Maka berkatalah gadis yang selalu merasa Allah mengawasinya, "Ibu, apakah ibu tidak tahu bahwa Amirul Mukminin Umar bin Khatab melarang kita mencampurkan susu dengan air?" Sang ibu berkata, "Dimana Amirul Mukminin? Bukankah Umar tidak melihat kita?" Berkatalah sang gadis yang bertaqwa itu, "Jka Amirul Mukminin tidak melihat kita, maka Allah Tuhan dari Amirul Mukminin melihat kita!".

Saat itu Umar bin Khattab menangis. Air matanya jatuh bercucuran, bangga dengan gadis yang jujur, bertaqwa, dan yakin akan penglihatan Allah padanya. Segera Umar pulang kerumahnya. Ia memanggil anaknya 'Ashim bin Umar. Ia memerintahkannya untuk menikahi gadis yang kuat imannya itu, sehingga gadis itu pun dinikahi oleh 'Ashim bin Umar. Coba perhatikan, bagi Umar bin Kattab tidak penting siapa menantunya, tapu yang paling penting adalah bagaimana imannya.

Dari pernikahan 'Ashim dan gadis ini, lahirlah anak perempuan yang cantik dan diberi nama Laila. Kemudian Laila menikah dengan seorang laki-laki terbaik dari Bani Umayyah bernama Abdul Aziz bin Marwan. Dan dari keduanya Allah memberi rizki yaitu seorang anak bernama Umar bin Abdul Aziz bin Marwan, seorang pemimpin yang sangat baik dan membawa umat Islam pada puncak kegemilangan.

Ibnu Abdil Hakam dalam kitabnya Sirah Umar bin Abdul Aziz hal. 59 meriwayatkan, Yahya bin Said, seorang petugas zakat pada masa itu berkata, "Saya pernah diutus Umar bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke Afrika. Setelah memungutnya, saya bermaksud memberikannya kepada orang-orang miskin. Namun saya tidak menjumpai seorang pun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan semua rakyat pada waktu itu berkecukupan. "(Al-Qaradhawi, 1995).

Demikianlah salah satu potongan episode kegemilangan masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz. Dari mana pemimpin sukses seperti itu lahir? itu semua bermula dari kisah jujurnya seorang gadis penjual susu.

Pembaca yang dirahmati Allah. Dari kisah singkat ini, kita bisa mengambil ibrah dan pelajaran bahwa, jika kita benar-benar mau negeri kita dipimpin oleh pemimpin yang benar-benar memperjuangkan syariat Islam, maka mari kita bentuk generasi muda yang jujur, beriman, bertaqwa, generasu yang merasakan bahwa Allah selalu melihatnya, kapanpun dan dimanapun ia berada. Aamiin.


Sumber:
Ustd. Muhammad Yasin Jumadi, Lc.
Share:

Sunday, 18 November 2018

3 Tips ketika Futur (iman menurun) ala Rasulullah


Banyak pada zaman ini ketika iman menurun (futur) malah tidak ada tindakan berarti agar iman dapat naik kembali. Justru didiamkan, hal ini dapat mengakibatkan terbelungunya diri dari cinta Allah kepada kita. Kemudian bagaimana sikap kita untuk meninggalkan futur ini? Mari kita paparkan bagaimana solusi dari sejarah Rasulullah ketika futur itu menghampiri kita.

1. Rasulullah pernah ditanyakan oleh sahabat lebih kurang seperti ini redaksinya,  "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak memohon pertolongan untuk kami, dan mengapa engkau tidak mendo’akan kami?” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian, ada di antara mereka  digergaji pada tengah-tengah kepalanya hingga terbelah dari kepala sampai kedua kakinya, namun hal itu tidak memalingkan dirinya dari agama islam. Ada juga yang tubuhnya disisir dengan sisir besi sampai terpisah antara daging dan tulangnya, namun hal itu tidak menjadikannya berpaling dari islam.” Selanjutnya beliau bersabda, “Demi Allah, Allah benar-benar akan menyempurnakan perkara (agama) ini sehingga seorang yang berkendaraan dari Shana menuju ke Hadhramaut tidak merasa takut kecuali kepada Allah, dan hanya mengkhawatirkan serigala atas kambingnya. Tetapi kalian adalah kaum yang tergesa-gesa. maka turunlah surah Al-Baqarah ayat 214: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang- orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta goncangan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: Kapankah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Seketika itu pula semangat dan iman para sahabat meningkat karena cobaan mereka rupanya tidak seberapa dibandingkan dengan umat-umat terdahulu.

2. Kalau hendak mendekati Futur, Nabi Muhammad justru memperbanyak amalan ibadah. tidak sebaliknya meninggalkan ibadah seperti yang dilakukan oleh umat muslim saat ini. Menurut sebagian ulama, ketika mengalami cobaan hidup yang melemahkan semangat iman, Nabi Muhammad SAW malah memperbanyak membaca Al-Qur'an dan solat sunnah. Kemudian Rasulullah juga sering berdoa ketika cobaan dakwahnya terasa berat. seperti kejadian ketika Rasulullah ditolak berdakwah di negeri Thaif yang beliau dilempari batu-batu dari berbagai arah sehingga bada beliau merlumuran darah.

3. Rasulullah jarang futur karena asyik berda'wah. Ketika orang sibuk dan rutin berda'wah, ia sebenarnya sibuk menasehati diri sendiri. Nasehat merupakan cara untuk menghindari futur. Jika kita jarang futur, maka kita akan lebih produktif dibandingkan dengan orang yang sering futur. Allah menyebut ciri ummat terbaik ialah islam dengan menasehati (amar ma'ruf nahi mungkar). "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar.....(Ali Imran ayat 110)

Semoga kita beranjak dari futur yang sedang menggrogoti jiwa dan menghilangkan iman. aamiin.

Sumber
https://alquranmulia.wordpress.com/2015/04/13/tafsir-ibnu-katsir-surat-al-baqarah-ayat-214/
https://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-214

Share:

Monday, 15 October 2018

STOOPPP JUDI DARI SEKARANG - Lesehan Kampus


Berjudi



Judi diartikan sebagai suatu kegiatan pertaruhan untuk memperoleh keuntungan dari hasil suatu pertandingan yang hasilnya bergantug pada untung dan kebetulan.

Macam-macam bentuk-bentuk perjudian
  1. Judi dadu
  2. Judi kartu
  3. Judi putar
  4. Judi togel
  5. Judi bola
Dampak negatif perjudian
  1. Perjudian menyebabkan pelakunya ketagihan hingga kehilangan banyak uang.
  2. Berjudi membuat pelakunya malas bekerja dan lebih senang bermimpi. memperoleh uang yang banyak tanpa kerja keras.
  3. Perjudian dapat memicu perkelahian, perkecohan, pertikaian, permusuhan, bahkan pembunuhan.
  4. Perjudian dapat membuat pelakunya bangkrut.
  5. Perjudian dapat menghancurkan kehidupan rumah tangga.
  6.  Pemain judi hanya menghabiskan waktu dengan sia-sia dan tanpa hasil yang berguna.
  7. Perjudian dapat melalaikan dan melenakan manusia dari kewajiban agama.
  8. Perjudian dapat menjauhkan manusia dari kehidupan sosial yang normal
  9. Perjudian dapat mendorong pelakunya untuk mempercayai ramalan nasib dan angka keberuntungan sehingga terjebak kedalam syirik kecil
  10.  Perjudian dapat mendorong pelakunya untuk mencuri atau merampas harta milik orang lain.
Cara menghindarai perjudian
  1. Jangan pernah dibujuk oleh ajakan teman untuk berjudi
  2. Jangan pernah mendatangi tempat perjudian
  3. Memahami dengan benar bahaya berjudi
  4. Bergaul dengan teman yang saleh
  5.  Berusaha lebih jauh mempelajari bahaya judi
  6.  Mengisi waktu-waktu yang senggang dengan kegiatan yang bermanfaat
  7. Menambah ilmu agama
  8. Membaca Al-Qur’an sambil merenungi tafsirnya.


Share:

Followers

Total Pageviews